This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 26 Juli 2012

HIKMAH PUASA RAMADHAN


Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas


"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (QS.Al-Baqarah:183).
 
PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan ridho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
 
RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci Al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.

Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
 
Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah S.W.T.

Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah : "Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa. "Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan, melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasulullah S.A.W.bersabda :
 
"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor." (H.R.Ibnu Khuzaimah).
 
Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.
 
Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.
 
Allah berfirman yang maksudnya :
"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS.Al-A'raf:31).
 
Nabi S.A.W.juga bersabda :
"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."
Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insya Allah kita akan bertemu kembali.
 
Allah S.WT berfirman yang maksudnya : "Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa. (QS.Al-Baqarah:185).


Sumber :

Sabtu, 26 Mei 2012

Temui Dubes, PCINU Lebanon Laporkan Rencana Kongres



Beirut, NU Online
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon, H.M. Zainal Aziz, Lc diterima Duta Besar RI untuk Lebanon, H.E Dimas Samodra Rum di KBRI Beirut dalam rangka melaporkan rencana penyelenggaraan Kongres PCI se-dunia yang akan dijadwalkan awal Juli 2012.

Ikut mendampingi Ketua Tanfidziyah, Ketua Panitia Pelaksana Kongres, H. Tian Kamaluddin, Lc beserta delegasi NU Lebanon. Sementara Dubes RI didampingi oleh Pejabat KBRI Fungsi Penerangan, Sosial-Budaya dan Fungsi Ekonomi, Ahmad Syofian, MA.

Kepada Duta Besar, Kamaluddin menyampaikan bahwa Kongres akan dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta dan undangan yang terdiri dari 20 PCI se-dunia, jajaran PBNU, ICIS, pengamat dan penggembira serta media cetak baik dalam maupun luar negeri. Pembukaan Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah Lebanon, ulama-ulama baik dari Lebanon maupun Syria dan Palestina.

Kamaluddin berharap besar kepada Dubes Samodra dan KBRI Beirut untuk bisa bekerjasama menyukseskan acara tersebut dan meminta agar Dubes Samodra selaku wakil pemerintah RI di Lebanon untuk membuka secara resmi Kongres tersebut.

Kamaluddin juga menyampaikan bahwa usai acara, panitia berencana mengajak peserta Kongres untuk mengunjungi markas pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Lebanon Selatan dalam rangka silaturrahmi dan mengenal lebih dekat partisipasi Indobatt dalam menjaga perdamaian di perbatasan Lebanon-Israel tersebut.

Sementara Zainal Aziz dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema besar yang diangkat dalam kongres adalah ikut serta gerakan global menciptakan perdamaian dunia melalui misi Islam Rahmatan lil Alamin.

Aziz menekankan bahwa pendudukan ilegal Israel atas tanah Palestina dan Masjidil Aqsa merupakan akar dari hampir seluruh permasalahan dan konflik yang terjadi baik di Timur Tengah maupun dunia.

Oleh karenanya, terangnya, sebagai ormas Islam yang diklaim terbesar di dunia, NU sudah barang tentu terpanggil untuk ikut mendukung bebasanya kiblat pertama umat Islam tersebut dan kemerdekaan Palestina.

"Terlebih di tengah hiruk pikuk pergolakan Timur Tengah saat ini, isu Palestina harus terus diperjuangkan oleh segala kalangan, khususnya umat Islam, karena sebagaimana diamanatkan UUD 45, bahwa apapun segala bentuk penjajahan harus dihapuskan," kata Aziz.

Sementara tema internal yang akan menjadi bahasan peserta kongres adalah perluasan jaringan kerjasama PCI di negara-negara akreditasi dalam rangka ikut mendukung misi second track diplomation yang dicanangkan Kemlu RI, demikian Aziz.

Duta Besar Samodra Rum menyatakan sangat mengapresiasi rencana kongres tersebut dan menegaskan akan mendukung sepenuhnya pelaksanaan acara Nahdliyyin di Beirut. Dubes meminta agar acara tersebut berdampak positif bagi hubungan bilateral kedua negara dan sebisa mungkin menghindari dampak yang tidak diinginkan dengan melihat situasi dan kondisi khas Lebanon yang dinilainya cukup ‘fragile’.

Dubes Samodra juga menyatakan akan memberikan bantuan sesuai dengan koridor yang dimungkinkan sebgai perwakilan resmi pemerintah RI di Lebanon.

Atas apresiasi dan dukungan Dubes tersebut, panitia dan pengurus PCINU menyatakan terima kasih dan penghargaannya. Selanjutnya acara ditutup dengan perkenalan seluruh anggota panitia kongres dan foto bersama.

Sebagaimana diketahui, PCINU Lebanon yang bermitra dengan Liga Ulama Lebanon akan menyelenggarakan Seminar Internasional dan Kongres PCI se-dunia di Beirut awal Juli mendatang. Sebanyak 21 PCI NU di berbagai negara telah menyatakan kehadirannya dalam kongres yang pertama tersebut.

Di samping tema internasional, para ketua PCINU juga akan membahas perluasan jaringan kerjasama internasional, pemberdayaan ekonomi Nahdliyiin, penangkalan ancaman terhadap ASWAJA, deradikalisasi keagamaan dan re-formulasi keorganisasian antar PCI.


Sumber :

Sabtu, 05 November 2011

Tarekat Naqsabandiyah Rayakan Idul Adha Hari Ini

PADANG, KOMPAS.com - Penganut tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat akan merayakan Idul Adha 10 Zulhijjah 1432 Hijriah Sabtu (5/11/2011) ini dan sudah mengumandangkan takbir sejak Jumat malam.
Menurut Zalar (40) salah seorang jamaah Naqsabandiyah di Surau Baru Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang, sebagian penganut aliran itu juga sudah melakukan ibadah Puasa Arafah pada Jumat.
Jamaah terekat Naqsabandiyah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 5 November 2011. Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan "Hisab Munjid" yang sudah dilakukan secara turun-temurun. "Penentuan Idul Adha dilakukan dengan cara menghitung 360 hari dari awal Idul Adha 2010," ujar Zalar.       Selain menentukan Idul Adha, metode "Hisab Munjid" juga dilakukan untuk menentukan Idul Fitri setiap tahun. Para jamaah juga melakukan penghitungan dengan cara "Rukyatul Hilal" (melihat bulan). "Sebelumnya kita juga telah melakukan penghitungan dengan cara melihat bulan pada Oktober dan bulan telah nampak. Kemudian, dicocokkan dengan penanggalan tahunan," ujar dia menjelaskan.       Dalam melakukan "Rukyatul Hilal", jamaah Naqsabandiyah tidak menggunakan alat bantu seperti teropong. Penglihatan bulan cukup dilakukan dengan mata telanjang. Penetapan itu sehari lebih cepat dibanding keputusan pemerintah yang menetapkan Idul Adha jatuh pada 6 November melalui sidang Isbat yang digelar 28 Oktober 2011.
Zalar mengakui, perayaan Idul Adha tarekat itu bersamaan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji. "Ketika para jamaah haji melakukan wukuf, kita memang sudah melaksanakan shalat Id dan setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban yang bisa dilakukan hingga 8 November," katanya.
Jamaah Naqsabandiyah Sumbar tersebar antara lain di Kota Padang, Solok Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok.


Sumber :